Rabu, Mei 23, 2012

Puasa

A. PUASA WAJIB
1. Pengertian Puasa Wajib
Menurut bahasa, puasa atau shaum artinya menahan sesuatu, sedangkan menurut istilah, puasa adalah menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkan puasa sesuai dengan ketentuan syara’. Puasa wajib adalah puasa-puasa yang wajib dikerjakan menurut syara’. Adapun puasa yang hukumnya wajib adalah puasa ramadan, puasa nazar, dan puasa kifarat.
Puasa dikerjakan pada waktu siang hari, dengan menahan diri dari makan dan minum serta segala sesuatu yang membatalkannya. Berpuasa dikerjakan mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal yang harus diperhatikan selain menahan dari makan dan minum, juga harus mengendalikan diri dari hawa nafsu.

Perintah berpuasa ditetapkan oleh Allah swt. kepada Umat Muhammad saw. dan umat-umat terdahulu. 


Allah swt. berfirman. 

يٰآءَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنلا
Artinya: 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Al-Baqarah [2] : 183). 


2. Puasa Ramadan
Puasa Ramadan adalah puasa wajib yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Pada bulan ini, Allah swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena itu, Allah swt. memerintahkan umat Islam untuk berpuasa pada bulan diturunkannya Al-Qur’an tersebut, yaitu bulan Ramadan. Allah swt. berfirman:


Artinya:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan  Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir  di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.  Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 185).

Rasulullah saw. Melaksanakan puasa Ramadan sebanyak sembilan kali, delapan kali 29 hari, dan hanya satu kali 30 hari.

3. Puasa Kifarat

Puasa kifarat adalah puasa wajib yang dilakukan sebagai tebusan atas perbuatan yang melanggar hukum Allah swt. Misalnya, seseorang yang melanggar larangan ihram dalam Haji, wajib membayar denda dan berpuasa kifarat. 

4. Puasa Nazar
Nazar adalah janji tentang kebaikan yang asalnya tidak wajib menurut syara’, sesudah dinazarkan, maka menjadi wajib, misalnya nazar untuk berpuasa. Puasa Nazar adalah puasa yang wajib dikerjakan oleh seseorang yang bernazar tentang sesuatu hal, dan nazarnya terpenuhi. Jika nazarnya tidak terpenuhi, tidak diwajibkan berpuasa. Nazar tersebut tidak boleh menyalahi syara’. Seseorang yang bernazar ingin berpuasa, jika keinginannya terpenuhi, maka baginya wajib berpuasa sesuai dengan nazarnya itu. 



Artinya:
Mereka menunaikan Nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. (Q.S. Al-Insan [76] : 7)



Barangsiapa bernazar akan menaati Allah (mengerjakan perintah-Nya), hendaklah dia kerjakan. (Q.S. Al-Insan [76] : 7).

B. PUASA SUNAH
Beberapa puasa sunah yang dianjurkan untuk dilaksanakan sebagai berikut.
a. Puasa Senin - Kamis
Puasa Senin-Kamis hukumnya sunah. Sebagaimana namanya, puasa ini dilakukan tiap hari Senin dan Kamis

b. Puasa Syawal 
Puasa ini dikerjakan pada bulan Syawal, setelah kita selesai mengerjakan puasa Ramadan. Cara melaksanakannya, boleh dikerjakan pada hari yang berurutan maupun berselang.

c. Puasa Asyura
Puasa ini dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. 

d. Puasa Arafah
Puasa ini dikerjakan pada hari Arafah yaitu tanggal 9 Zulhijah. Bagi yang tidak mengerjakan haji disunahkan untuk berpuasa. Bagi yang mengerjakan ibadah haji, tidak disunahkan berpuasa



Sumber gambar: 
http://www.pumitabusan.com

 
Judul: Puasa
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Muhammad Nur'alim
0 Komentar
Komentar Facebook

0 komentar:

Poskan Komentar