Saturday, January 19, 2013

Hukum Mad dan Waqaf (1)

Pengertian mad menurut bahasa adalah panjang. Adapun di dalam ilmu tajwid, mad digunakan sebagai istilah yang berarti bacaan yang harus dibaca panjang berdasarkan syarat dan ketentuan yang tertentu. 

Huruf mad ada tiga, yaitu
1. alif     (ا) bertemu huruf yang sebelumnya berharakat fathah.
2. ya’     (ي) sukun bertemu huruf yang sebelumnya berharakat kasrah.
3. wawu (و) sukun bertemu huruf yang sebelumnya berharakat dammah.

Menurut jenisnya, hukum bacaan mad terbagi menjadi 2, yaitu mad tabi’i (mad asli) dan mad far’i (mad yang bercabang). 
Adapun untuk cabang-cabang bacaan mad terdiri dari 14 cabang.

1. Mad Tabi’i

Mad tabi’i disebut mad juga asli, yaitu memanjangkan bacaan huruf-huruf Al-Qur’an satu alif atau dua harakat. Apabila membaca Al-Qur’an satu harakat berarti pendek, maka selebihnya adalah bacaan Mad. Mad menurut aslinya adalah bacaan yang melebihi satu harakat dari bacaan yang pendek.
Contoh:


2. Mad Far’i

Mad Far’i adalahhuruf mad yang berubah hukum bacaannya disebabkan oleh hamzah, sukun, waqaf, tasydid atau sebab lainnya.

  1. Mad far’i yang terjadi dengan sebab hamzah ( ء ), yaitu mad wajib muttasil, mad jaiz munfasil, mad badal dan mad silah tawilah.
  2. Mad far’i  yang terjadi dengan sebab sukun (ـــــْـــ), yaitu mad lazim harfi musabba’ mukhaffaf, mad lazim harfi mukhaffaf, dan mad lazim harfi kilmi mukhaffaf.
  3. Mad far’i yang terjadi dengan sebab waqaf, yaitu mad arid lis-sukun, mad iwad, dan mad layyin
  4. Mad far’i yang terjadi dengan sebab tasydid ( ـــّــ ), yaitu mad lazim harfi musabba’ musaqqal, mad lazim kilmi musaqqal, mad tamkin, dan mad farqi
  5. Mad far’i yang terjadi dengan sebab lain yang berfungsi untuk membedakan bacaan yang harus dibaca panjang atau pendek, yaitu mad silah qasirah. Panjangnya 2 sampai 6 harakat. 
Untuk mempelajari seluruh macam-macam mad far'i di atas dapat dilihat di sini





Judul: Hukum Mad dan Waqaf (1)
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Muhammad Nur'alim

2 komentar:

  1. ya’ (و) sukun bertemu huruf yang sebelumnya berharakat kasrah.
    3. wawu (ي) sukun bertemu huruf yang sebelumnya berharakat dammah.

    ya dan wau nya terbalik

    ReplyDelete