Minggu, September 09, 2012

Hadas dan Najis

Hadas 
Hadas adalah segala sesuatu yang keluar dari dua pintu yakni kubul dan dubur.
Kotoran jiwa yang harus dibersihkan baik dengan mandi wudu dan tayamum.
Hadas dibagi menjadi dua macam yakni hadas besar dan hadas kecil.
Hadas besar disucikan dengan cara mandi wajib
Hadats kecil adalah keluarnya sesuatu dari kubul dan dubur berupa air seni atau kencing, berak, dan kentut. Oleh karena itu orang yang mengeluarkan hal tersebut berarti dia berhadats kecil. Adapun mensucikannya dengan cara berwudlu atau tayamum.

Najis 
Najis adalah segala sesuatu yang dipandang kotor oleh syarak atau agama baik berupa najis batiniah maupun najis lahiriah.
Najis yang bersifat lahiriah adalah semua kotoran yang keluar dari dua pintu kemaluan manusia seperti air kencing, tinja, darah wanita (haid, nifas, istihadoh, dan air wadhi).
Cara menghilangkannya dibasuh sampai bersih.

Setiap perbuatan dosa akan mengotori jiwa manusia sebagaimana sabda Rasulullah SAW. bahwa : “Apabila manusia berbuat dosa akan tertitik hitam dalam hatinya…” Apabila terus menerus berbuat dosa maka hati akan dipenuhi dengan noda hitam bahkan akan menjadi karat hati. Jadi manusia apabila berbuat dosa akan terkotori hatinya bahkan bisa dikatakan najis. Sebagai contoh yang telah dijelaskan oleh Allah dalam Surah At-Taubah ayat 28 berikut:

28. Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis (kotor jiwa), karena itu janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (karena orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (Q.S. At-Taubah 28).



Maksud dari ayat ini bahwa jiwa orang musyrik itu najis atau kotor, karena mempersekutukan Allah, inilah yang sering disebut dengan najis akidah (kepercayaan).

Cara mencucikan najis ini tidak ada jalan lain kecuali hanya dengan bertaubat kepada Allah dan kembali kepada jalan yang benar. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya Surah Ali-Imran ayat 135.
“dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran ayat 135)

Yang dimaksud perbuatan keji (fahisyah) ialah dosa besar yang akibatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menzalimi diri sendiri ialah melakukan dosa yang akibatnya hanya menimpa diri sendiri baik besar atau kecil.

Muhammad Sayyid Tamthowi menjelaskan bahwa perbuatan keji atau dosa dan menganiaya diri adalah merupakan dua sisi kedurhakaan. Setiap perbuatan keji yang dilakukan seseorang akan berakibat menganiaya dirinya. Maka satu-satunya jalan untuk menghindari dosa adalah bertaubat mohon ampunan kepada Allah.  





Judul: Hadas dan Najis
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Muhammad Nur'alim
0 Komentar
Komentar Facebook

0 komentar:

Poskan Komentar