Wednesday, May 23, 2012

Ananiah, Hasad, Gadab, Gibah, Namimah

A.  Ananiah
Ananiah disebut juga egois, yaitu sifat yang menilai sesuatu berdasarkan kepentingan diri sendiri dan meremehkan orang lain. Perilaku ini harus dihindari karena tidak sesuai dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan agar kita senantiasa bertolong-menolong antar sesama manusia.
Contoh sikap ananiah adalah:
1.    tidak memiliki rasa kepedulian terhadap penderitaan orang lain,
2.    ingin selalu diperhatikan oleh orang lain,
3.    selalu berusaha untuk menang sendiri dalam segala hal,
4.    tidak memperhatikan perasaan hati orang lain,
5.    tidak mau membantu kesusahan orang lain,
6.    orang kaya yang tidak mau berderma,
7.    perokok di tempat umum.
Sikap ananiah dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan manusia modern, terutama kalangan masyarakat atas. Sepintas, sikap ini akan menguntungkan diri sendiri. Akan tetapi kenyataannya egois hanya akan merugikan diri sendiri, karena hidup manusia selalu membutuhkan orang lain.
Adapun bahaya yang ditimbulkan dari perilaku ananiah adalah
1.    menimbulkan kekecewaan orang lain,
2.    merusak hubungan persaudaraan,
3.    memutuskan hubungan silaturahim,
4.    dijauhi dalam pergaulan dan dikucilkan oleh orang lain,
5.    kaku dalam pergaulan, sehingga sulit mencapai ketenteraman hidup bersama,
6.    menimbulkan kebencian, pertengkaran, dan permusuhan,
7.    sulit menerima petunjuk kebenaran, karena merasa dirinya adalah yang paling benar,
8.    berdosa kepada Allah swt. karena Islam melarang sifat ananiah.
Allah swt. murka terhadap orang yang tidak mau memperhatikan kepentingan orang lain. Al-Qur'an mengisahkan tentang Qarun yang tidak mau berderma, lantaran memiliki sifat egois. Oleh karena itu, marilah kita jauhkan diri kita dari sifat tercela ini!. 

B.  Gadab
Gadab berarti marah atau pemarah. Gadab termasuk sifat tercela, karena marah itu bersumber dari setan. Rasulullah saw. bersabda:
Artinya: Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sungguh, setan itu dijadikan dari api, dan sungguh, api itu dapat padam dengan air. Jika seseorang kamu marah, segeralah berwudu. (H.R. Abu Dawud)
Seseorang yang sedang marah memiliki kecenderungan tidak dapat mengontrol dirinya. Untuk itulah sebagai orang Islam harus pandai-pandai mengendalikan diri agar tidak sampai mudah marah. Orang yang dapat menahan amarah merupakan salah satu ciri orang muttaqin.
Allah swt. berfirman:

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan  orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Orang-orang yang menafkahkan , baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan  orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan (Q.S Ali Imran:134).
Akibat buruk dari sikap marah, antara lain,
1.    tidak dapat berfikir tenang dalam menghadapi permasalahan
2.    tidak dapat menyelesaikan permasalahan secara baik berdasarkan pertimbangan pikiran sehat,
3.    jika sering terjadi, dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang membahayakan kesehatan jasmani dan rohani
4.    sikap gadab dapat menimbulkan kekecewaan atau sakit hati orang lain.
5.    dapat mengganggu ketenteraman masyarakat, dan
6.    dapat menimbulkan kerugian materi, jika disertai dengan perbuatan anarkis.
Oleh karena sifat gadab merupakan sifat tercela maka, kita harus berusaha menghindarkan diri dari sifat tersebut. Sebagai orang yang beriman dan bertakwa, harus menghindari rasa marah. Meredam kemarahan dengan kesabaran. Hati yang sabar akan membawa seseorang untuk berpikir secara cermat dalam menghadapi suatu permasalahan

C. Hasad
Hasad adalah iri dan dengki, yaitu sifat dan sikap seseorang yang tidak senang terhadap orang lain yang memperoleh kenikmatan. Iri dapat menjelma menjadi dengki. Hasad dapat menjadikan seseorang terganggu ketenangan hidupnya.
Rasulullah saw. bersabda :
Artinya: “Hasad itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (H.R. Ibnu Majah).
Betapa buruknya orang yang memiliki sifat hasad ini, karena semua kebaikan akan lenyap. Orang yang memiliki sifat hasad tidak suka apabila orang lain mendapat kesenangan, kenikmatan dan kebahagiaan. Ia selalu berfikir, mengapa semua itu tidak jatuh kepadanya?
Contoh sifat hasad yang harus kita hindari adalah tidak pernah merasa senang kepada orang lain, dan dia mengharapkan agar kenikmatan yang diperoleh orang lain itu pindah ke tangannya atau hilang dari tangan orang itu.
Sikap hasad sangat membahayakan. Sifat ini akan mengakibatkan seseorang menjadi budak nafsunya dan selalu memiliki keinginan untuk lebih unggul dari orang lain. Sifat ini tidak saja merugikan orang lain, akan tetapi juga merugikan diri sendiri. Oleh karena sifat hasad akan merusak ketenangan dan ketentraman hati.
Hasad merupakan penyakit rohani yang sangat buruk pengaruhnya bagi perkembangan pribadi. Orang yang berpenyakit demikian akan selalu diliputi oleh keresahan, kegelisahan dan kecemasan. Pandangan hidupnya menjadi materialistis, shg mudah tergoda dan diperbudak oleh harta kekayaan. Akibatnya dirinya jauh dari ketenangan dan kebahagiaan.

D.  Gibah dan Namimah
Gibah adalah menggunjing. Gibah seringkali disebut dengan gosip. Allah swt. melarang orang beriman melakukan perbuatan gibah, karena gibah merupakan perbuatan yang tercela. Allah swt. berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Hujurat: 12)

Perilaku gibah diibaratkan oleh Allah seperti memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati. Perbuatan ini sungguh amat jijik. Contoh perbuatan gibah adalah menceritakan aib orang lain yang jelas-jelas orang lain tersebut tidak menyukainya, sekalipun cerita itu benar adanya. Apabila yang diceritakan itu bukan hal yang benar, maka perbuatan itu termasuk dusta.
Islam melarang gibah, karena akan menyebabkan kejelekan dalam hubungan antarmanusia. Akibat gibah, antara lain,
meresak keimanan seseorang kepada Allah swt.,
menyebabkan penyakit hati, sehinga menjadi sulit menerima hidayah dari Allah swt.,
merusak hubungan persaudaraan dalam masyarakat, karena ada yang merasa sakit hati.

Namimah adalah mengadu domba, yaitu orang yang memiliki kesengajaan untuk mengadu satu orang dengan orang lain. Perbuatan adu domba sangatlah tercela, seperti dalam sabda Nabi Muhammad saw berikut.
Huzaifah r.a. berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang suka adu domba” (H.R. Muslim).

Orang yang melakukan perbuatan namimah, tidak akan masuk surga sebagaimana sabda Rasulullah tersebut. Oleh karena perilaku ini mendatangkan bahaya, jangan sekali-kali kita memiliki sifat tersebut! 

Judul: Ananiah, Hasad, Gadab, Gibah, Namimah
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Muhammad Nur'alim

3 komentar:

  1. Terima Kasih,
    sangat membantu.

    ..
    Saran : seb4!knya di beri niLai juga

    ReplyDelete
  2. terimakasih,sukron katsir,,

    sayangnya,pengertian ghibah tdk dijelaskan

    ReplyDelete
  3. Terimakasih...Sangat Membantu..

    ReplyDelete